cuap-cuap pam-pam
-disadur dari notes Layyina Soraya, hasil catatan tausyiah Tahfiz goes to Campus, setiap hari Jumat pukul 16-18 di R.Utsman Salman ITB-
Setelah semua selesai setoran, seorang ustad memberikan materi tentang QS. Asy-Syuura: 36-38. Ustad berkata bahwa seorang penghapal Al Quran pastilah dia akan terkenal dengan sendirinya, tanpa dia mengumbar dirinya ke semua orang bahwa dia seorang hafidz. Seorang penghapal Al Quran dapat hidup hanya bermodalkan dari hapalannya. Di Indonesia banyak lomba tasmi’ Al Quran dimana para calon berebut untuk ikut seleksi, dan hidup mereka terjamin dari sana. Bahkan UNS saja memberi beasiswa kepada para hafidz untuk kuliah di jurusan apapun yg mereka inginkan.
Tak dapat dipungkiri, setiap penghapal Al Quran pasti pernah mengalami ujian ini. Kondisi dimana mereka dipuji banyak orang karena memiliki hapalan yg banyak. Atau ketika mendapat permintaan tasmi, menjadi imam shalat, dan mengikuti lomba Tahfidzul Quran. Di saat-saat itulah niat dipertanyakan kembali. Apakah kita akan mengikuti lintasan dalam hati tujuan selain Allah padahal balasan di sisi Allah itu lebih baik dan lebih kekal?
”Maka sesuatu yg diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia. Dan yg ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal…” QS. Asy-Syuura: 36
Siapa sajakah yg akan mendapatkan balasan di sisi Allah itu? Jawabannya ada di lanjutan ayatnya:
1. “…bagi orang-orang yg beriman…”
Yakinlah 100% bahwa Al Quran itu sudah dimudahkan untuk dihapal dan dipahami, karena Allah telah meyakinkan hal itu pada ayat dalam QS. Al Qamar yg diulang sebanyak 4 kali!! Lalu bagaimana dengan orang2 yg membutuhkan waktu sangaaat lama untuk menghapal Al Quran (seperti saya)?
Ketahuilah, janji Allah itu tidak gratis. Ibaratnya seperti ketika musim rambutan. Allah telah memudahkan manusia untuk mendapat rambutan ketika musimnya. Tetap harus ada usaha di sana dalam mencari rezeki Allah. Bukanlah hal yg sia-sia jika kita berlama-lama bersama Al Quran karena sulitnya menghapal, jadikan itu sarana mendekatkan diri kepada Allah. Hakekat menghapal itu bukan masalah kecerdasan, tetapi masalah kedekatan dengan Allah. Karena itu perjalanan menghapal harus dibarengi dengan perjalanan ketaatan kepada Allah. At Taiksir harus didetoksifikasi dengan Al Quran. Tidak mungkin seseorang diberi At Taiksir itu jika tilawah tidak sampai khatam dalam 1 bulan.
2. “…dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.”
Tawakal itu letaknya di awal ikhtiar, bukan di akhir. Ada orang yg menghapal 1 halaman hanya membutuhkan waktu 5 menit. Dan ada juga orang yg sudah menghapal seharian masih belum juga dapat 1 ayat.
Ada suatu kisah seorang penghapal Al Quran yg dia sangat kesulitan menghapal. Sebut saja nama orang itu adalah Andi. Hapalannya hanya 5 juz padahal sudah menghapal bertahun-tahun lamanya. Saking stressnya karena tidak hapal-hapal, rasanya Andi ingin sekali membentur-benturkan kepalanya ke tembok (aku mengerti perasaannya, aku juga mengalaminya^^). Lalu ustadnya menasehatinya. Ketika pulang ustadnya memberinya ‘hadiah’, yaitu Andi dinikahkan dengan seorang hafidzah. Setelah menikah, Andi mendapat motivasi dari istrinya dalam mendakwahkan Al Quran. Akhirnya Andi menjadi pendakwah Al Quran dengan semangat yg luar biasa.
Saudaraku, jika kita termasuk yg lambat menghapal janganlah bersedih. Karena hapalan itu sifatnya rizki. Ada orang yg diberi rizki itu oleh Allah, ada juga yg tidak. Hanya sedikit sekali orang yg melewati jalan ini tanpa rintangan sama sekali.
Lambat menghapal tidaklah berarti kita tidak akan pernah berhasil menjadi seorang hafidz. Itu hanya berarti perlu waktu lebih lama. Dalam usaha keras, bahkan orang yg tetap bertahan menghapal walaupun lambat adalah seorang yg mulia. Atau mungkin Allah hendak memberi kita ‘rizki’ dalam bentuk lain, seperti yg dialami Andi.
3. “Dan (bagi) orang-orang yg menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.”
Seorang penghapal Al Quran tidak boleh mengentengkan dosa karena semua dosa berpengaruh pada hapalan. Sering dengar kan cerita orang yg hapalannya hilang gara-gara berbuat suatu dosa? Selain karena jarang dimurojaah, hapalan memang bisa hilang karena dosa. Luar biasa sekali para hafidz yg memiliki hapalan kuat, karena mereka terjaga dari perbuatan dosa.
4. “Dan (bagi) orang-orang yg menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat,”
Seorang penghapal Al Quran harus menjadikan panggilan Allah itu yg utama.
5. “sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yg Kami berikan kepada mereka.”
Menghapal Al Quran harus disertai dengan Ruhul Istijabah yg kokoh. Sesemangatnya orang yg menghapal sendirian, maximal hanya bertahan sampai 15 juz (seingat ustadnya). Itupun dengan berbagai catatan. Jadi„ ayo kita bentuk komunitas penghapal Al Quran!
Terakhir…
Ujian terberat bagi penghapal Al Quran adalah ketika dekat dengan lawan jenis. Ada seorang penghapal Al Quran yg hapalannya tinggal 4 juz lagi (berarti dia memiliki hapalan 26 juz). Kemudian dia menjalin hubungan dengan lawan jenis, sebut saja akhwat. Ketika itulah nikmatnya dicabut sedikit demi sedikit oleh Allah, sampai pada tahap dia tidak pernah datang tahfidz lagi.
Begitulah hati manusia hanyalah akan terisi salah satu dari 2 hal yg tak mungkin dapat hidup bersama, yaitu cahaya atau kegelapan. Dalam Al Quran, cahaya (an-Nuur) disebut dalam bentuk tunggal, sedangkan kegelapan atau kezoliman (adz-dzulumat) disebut dalam bentuk jamak. Maka peluang seseorang dalam mendapat kegelapan itu lebih banyak daripada peluang mendapat cahaya.
Ya Allah, berilah kami rizki untuk menjadi seorang hafidz. Yang tidak hanya hapal, tapi juga kami dapat menangis karena merenunginya. Ya Allah, kumpulkanlah kami bersama para hafidz di dunia dan di akherat. Dan berilah kami kelezatan sebagaimana Engkau memberikan kelezatan yang hanya dirasakan oleh para penghapal Al Quran.
*Diambil dari catatan pribadi materi Tahfidz Goes to Campus, 3 Februari 2012 jam 16-18 @ Ruang Utsman Salman, dengan beberapa penambahan.

-
itrytobeagoodmuslim liked this
-
wonderword liked this
-
taufiqsuryo liked this
-
imajinasirinoferdian reblogged this from cuaparampam and added:
Allah….BISAAAAAAA…..lecut keras-keras si pemalas ini
-
cuaparampam posted this