cuap-cuap pam-pam
Karena seringnya lihat berita ini beredar, jadi ingin turut berkomentar.
Memang, kalau dilihat-lihat banyak sekali orang-orang yang mengaitkan kejadian ini dengan bapak-bapak di pemerintahan sana, terutama DPR. Tapi tak jarang pula, yang tak suka mengait-ngaitkan nya.
Kalau saya? entah termasuk golongan yang mana saya ini.
Sebagai seorang pengamat infrastruktur yang masih ngawur, permasalahan infrastruktur di Indonesia terlampau banyak, sama banyaknya seperti masalah-masalah lainnya. Benar memang, harusnya kita juga memperbaiki diri kalau tak bisa berbuat secara langsung, tapi tetap saja harus ada yang bertindak langsung, dan kebanyakan harapan itu tertuju pada para pemegang amanah rakyat.
Ngelantur, berarti kamu pesimis dengan kondisi infrastruktur Indonesia?
Entahlah kawan, saya tak tahu apakah ini pesimis atau realistis. Karena memang harus diakui sebanyak itu adanya. Hanya saja, saya juga tahu banyak orang yang berusaha menyelesaikan nya, bahkan mereka-mereka yang tidak bekerja di pemerintahan. Percayalah.. Ada banyak pembangunan jembatan, misal oleh HMS ITB kemarin, ada pembangunan sekolah, rumah tahan gempa, dll.
Lantas untuk bapak-bapak di pemerintahan pun, tak semua nya tidak peduli. Selalu ada orang-orang yang berusaha keras untuk memperbaiki infrastruktur di daerah nya, walaupun hasilnya tak terlihat, tepatnya tak diberitakan.
Memang seringkali media men-generalisir keadaan, baik sengaja maupun tidak sengaja. Tinggal pembaca nya yang bisa memilih reaksi seperti apa.
Loh, sekarang jadi menyalahkan media?
Tidak ada salah-menyalahkan sekarang kawan. Bagaimanapun, setiap diri bisa saja mengambil bagian membangun dan menghancurkan. Maka dari itu, kembalikan saja pada diri masing-masing, mau mengambil peran seperti apa. Dukunglah jika memang kebaikan itu ada pada orang lain. Kalau mau menyalahkan suatu pihak, lebih baik jika sudah merasakan sendiri dunianya, niscaya akan lebih berguna karena yang keluar adalah diskusi yang konstruktif dari para pakar ataupun pengamat.
Kan sayang kalau kita-kita orang suka men-generalisir, yang baik-baiknya ntar bisa mati gaya :p
Kalau memang sudah berusaha sebaik-baiknya, maka bersabar dan berikhtiar saja. Teringat 3 khalifah yang jelas-jelas Allah menjamin mereka masuk syurga, tetap harus menerima cercaan pengikut syiah yang jumlah nya tidak sedikit.
Wallahualam
#beneran ngawur